PERBANDINGAN SISTEM AKUNTANSI DI NEGARA ASEAN ( INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA, SINGAPURA, VIETNAM, DAN BRUNEI DARUSSALAM
Sistem dan Standar Akuntansi pada Negara-negara ASEAN
Disetiap negara pasti memiliki Standar maupun Sistem Akuntansi yang
berbeda. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan falsafah di
masing-masing negara seperti, kondisi ekonomi, sosial, budaya, politik,
hukum, serta pertahanan dan keamanan di masing-masing negara tersebut.
Akuntansi diperkenalkan pertama kali di Italia pada abad 14 dan 15 dilakukan dengan melakukan double entry bookkeeping (sistem pembukuan berpasangan) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli. Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Sedangkan sistem akuntansi itu sendiri merupakan metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Berikut ini sistem akuntansi pada negara-negara ASEAN :
Akuntansi diperkenalkan pertama kali di Italia pada abad 14 dan 15 dilakukan dengan melakukan double entry bookkeeping (sistem pembukuan berpasangan) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli. Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi merupakan proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Sedangkan sistem akuntansi itu sendiri merupakan metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Berikut ini sistem akuntansi pada negara-negara ASEAN :
- Indonesia
Berdasarkan sejarah, sistem
akuntansi Indonesia didasari oleh sistem akuntansi Belanda sebagai hasil dari
pengaruh Belanda di negeri ini. Tetapi, ikatan antara kedua negara rusak pada
pertengahan tahun 1900. Indonesia berubah mengikuti praktik akuntansi AS. IAI
didirikan pada tahun 1959 untuk membimbing akuntan Indonesia. Pada tahun 1970
IAI membuat kode dan diadopsi oleh prinsip dan dasar akuntansi berdasarkan GAAP
AS pada waktu itu. Sistem akuntansi Indonesia berfokus kepada informasi yang
dibutuhkan oleh investor diatas permintaan pemerintah. Pada tahun 1974, IAI
membuat komite standar akuntansi keuangan untuk membuat standar keuangan.
Indonesia telah membuat perkembangan ekonomi yang bagus pada dekade yang lalu.
Tetapi krisis finansial asia membuat negara ini menuju ke arah kemiskinan. Sejak
krisis, Indonesia telah melakukan beberapa perubahan sosial dan politik. Yang
menghasilkan perubahan substansial dan merubah drajat kemakmuran seperti sebelum
krisis. Pada tahun 1994, komite standar akuntansi keuangan direkonstruksi
sebagai aturan standar akuntansi yang lebih independen atas IAI, sekarang DSAK
bekerja untuk mengharmonisasi standar akuntansi indonesia dengan IFRS.
- Thailand
Satu-satunya
negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami kolonisasi atau penjajahan.
Sistem
akuntansi yang berlaku menunjukkan nilai transparansi dan informasi yang
dibutuhkan investor seperti pada negara-negara Anglo-Amerika.
Standar
akuntansi di Thailand diterbitkan oleh Institut of Certified Accountants and
Auditors of Thailand (ICAAT) yang didirikan tahun 1948. Namun harus mendapat
persetujuan menteri perdagangan sebelum perusahaan diwajibkan memakainya.
Sampai
saat ini, ICAAT telah mengadopsi 21 dari standar IAS.
Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Thailand (Thai GAAP)
didasarkan pada IASs dan SAK. Hanya beberapa Thai Standar Akuntansi
(Tass) seperti akuntansi atas restrukturisasi kredit bermasalah,
akuntansi untuk perusahaan investasi, hutang piutang dan utang buruk,
dan pengakuan pendapatan untuk bisnis real estat berasal dari US GAAP
relevan. Federasi Profesi Akuntansi (TPI) berencana untuk mengadopsi
sepenuhnya SAK sebagai GAAP Thailand untuk perdagangan aktif lima puluh
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Thailand (SET 50) pada tahun
2011. Setelah itu, adopsi penuh SAK oleh SET 100 yang direncanakan untuk
2013. Sisa dari perusahaan yang terdaftar dan perusahaan-perusahaan
yang terdaftar di Pasar Investasi Alternatif (MAI) harus sepenuhnya
mengadopsi SAK pada tahun 2015.
Para IASs dan SAK yang akan sepenuhnya diterapkan ke semua perusahaan
yang terdaftar sebagaimana dimaksud adalah yang diterbitkan dalam
volume terikat pertama 2009 (IFRS 2008). Bagi perusahaan publik tidak
terdaftar, TPI berencana untuk menerbitkan Tass dan TFRSs yang setara
dengan IASs dan 2006 SAK versi (IFRS 2006) untuk diterapkan di 2011.
Namun, FAP dapat mengeluarkan pemberitahuan untuk memberikan
pengecualian untuk beberapa Tass dan TFRSs yang terlalu sulit untuk
diterapkan oleh perusahaan non-publik
- Malaysia
Meskipun Malaysia telah berjuang
dalam sejarah, negara ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat . Lebih
jauh lagi, tingkat kemakmuran malaysia telah meningkat secara pesat. Prospek
beberapa tahun ke depan pun amat menjanjikan dengan antisipasi pertumbuhan
dalam GDP, Konsumsi pribadi dan investasi pribadi.
Seperti Indonesia, sistem resmi Malaysia berasal dari Inggris. Seperti yang
sudah diperkirakan, sistem akuntansi ini juga membidik untuk bertemu dengan
informasi yang diperlukan oleh investor. The Malaysian Institute of Accounting
(MIA) telah didirikan dibawah pengawasan regular perkumpulan profesi akuntan di
Malaysia. Tapi, Malaysia merestrukturisasi sistem akuntansinya pada tahun 1997
dengan Financial Reporting Act, yang dibuat oleh Fiancial Reporting Foundation
(FRF)/ Badan pelaporan keuangan dan Malaysian Accounting Standart Board
(MASB). FRF mengawasi pekerjaan MASB tetapi tidak terlibat dalam proses
standarnya. MASB adalah badan independen yang di ciptakan untuk mengembangkan
dan mengajukan standar akuntansi di Malaysia. Kerangka kerja baru ini dibuat
dengan proses standar yang representatif dengan pengguna, pembuat
kebijakan, dan akuntan.
Perusahaan
yang terdaftar di Malaysia diwajibkan untuk menyiapkan laporan keuangan wajib
sesuai dengan standar akuntansi yang disetujui diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Malaysia (MASB). Perusahaan asing yang terdaftar di bursa saham di
Malaysia dapat mempersiapkan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi
tertentu yang diakui secara internasional seperti SAK. MASB memiliki dua set
standar akuntansi disetujui, yaitu:
- MASB Disetujui Standar Akuntansi Entitas Selain Entitas Swasta - Standar Pelaporan Keuangan (FRSs); dan
- MASB Disetujui Standar Akuntansi
Entitas Swasta - Badan Standar Pelaporan Swasta (PERSs).
Pada
tanggal 1 Agustus 2008, Yayasan Pelaporan Keuangan, yang mengawasi operasi
MASB, dan MASB mengeluarkan pernyataan tentang rencana mereka untuk konvergensi
penuh dari FRSs dengan SAK yang dikeluarkan oleh IASB 1 Januari 2012. Staf MASB
telah mengeluarkan kalender usulan yang menyediakan waktu adopsi sementara dari
SAK yang diterbitkan oleh IASB pada 19 Juni 2009. entitas Swasta yang
menerapkan PERSs akan terus melakukannya sampai waktu seperti ini, MASB
memutuskan sebaliknya.
- Singapura
Standar akuntansi dikenal sebagai Standar Pelaporan Keuangan
Singapura (SFR) dan didasarkan pada IFRS. Semua perusahaan dengan periode keuangan
yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2003 harus memenuhi SFR.
Akrual berbasis akuntansi adalah salah satu pelaku utama
dari standar akuntansi Singapura. Laporan keuangan disusun atas dasar akrual.
Di bawah dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya diakui ketika
mereka terjadi (dan bukan sebagai kas atau setara kas diterima atau dibayar)
dan mereka dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan
keuangan periode yang berhubungan
Singapura telah mengadopsi semua Standar Akuntansi Keuangan
yang dikeluarkan oleh IASB, kecuali AIS No.40 tentang Investment
Property, yang direvisi oleh IASB dan berlaku pada 1 Januari 2005.
- Vietnam
Globalisasi membawa pengaruh
mendasar pada pergerakan informasi dan perpindahan
modal. Multi National Corporation (MNC)
beroperasi di berbagai negara
dengan berbagai macam standar pelaporan keuangan.
Sementara itu dalam
pengambilan keputusan investasi, investor memerlukan informasi
ekonomi dari perusahaan terkait. IFRS (International Financial Reporting Standards) menjawab tantangan
bagaimana pelaporan keuangan
harus dilakukan. Arus besar dunia sekarang
ini sedang menuju ke dalam satu
standar pelaporan. Satu per satu negara di dunia saat
ini mulai mengadopsi IFRS. Di
Vietnam, dalam menyusun standar akuntansinya telah mengadopsi IFRS. Standar
akuntansi ini berlaku bagi semua jenis perusahaan termasuk perusahaan yang
terdaftar di bursa. IFRS (International
Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk mempekuat
arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya
transparansi informasi keuangan. Adopsi penuh
standar akuntansi internasional
adalah mengadopsi standar akuntansi
internasional secara penuh tanpa
adanya perubahan-perubahan untuk
diterapkan di suatu
negara. Adopsi dan
implementasi standar akuntansi
internasional (IAS) yang
sekarang menjadi International
Financial Reporting Standard (IFRS)
bukanlah suatu yang mudah.
Pengadopsian IFRS oleh Vietnam dipengaruhi Oleh :
1. Tingkat Pendidikan
2. Keberadaan Pasar Modal
3. Perekonomian yang terbuka untuk diakses oleh Investor Asing
4. Negara dengan Mekanisme Perlindungan Investor yang Lemah
5. Pertumbuhan Ekonomi
6. Kualitas Regulator
7. Keberadaan Standar Akuntansi Lokal
8. Faktor Irasional lain
- Brunei Darussalam
Brunei Darussalam Accounting Standar Council (BDASC)
didirikan pada tanggal 1 Agustus 2011 melalui penegakan Accounting Standar Orde
(ASO) 2010. BDASC bertugas untuk mengeluarkan aplikasi standar akuntansi untuk
perusahaan dan badan-badan lainnya yang ada di Brunei Darussalam. Kementerian
Keuangan mengumumkan bahwa Yang Mulia Sultan Brunei Darussalam telah menyetujui
untuk penegakan Standar Akuntansi Orde 2010. Tujuan utama dari Accounting Standar Orde adalah untuk
mengawasi praktek dan profesi di sector jasa akuntansi oleh akuntan public di
Brunei, dan untuk memastikan bahwa akuntan public mematuhi standard dan
persyaratan prosedur yang ditentukan dalam kepentingan public. Langkah itu di
ambil dalam menegakkan perintah Sultan Brunei yang juga telah menyetujui
pembentukan komite, yaitu Komite Pemantau Akuntan Public yang akan bertanggung
jawab untuk mengawasi Akuntan Publik dan mengawasi praktik akuntansi.Diharapkan bahwa Standar Akuntansi Orde 2010 di
Brunei Darussalam akan membawa berbagai manfaat pada masyarakat. Termasuk
meningkatkan transparansi dan konsistensi dalam penyusunan dan penyajian
laporan keuangan oleh perusahaan komersial untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi , sementara pada saat yang sama memenuhi
persyaratan yang terkait.