Etika Bisnis (Tugas Softskill 2)
1. Faktor - faktor yang mempengaruhi
kode etik bisnis
- Faktor otonomi
otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai
dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang
dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk
pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan
kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
- Faktor kejujuran
Kejujuran
merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan.
Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal
perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan,
maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan
tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara
jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak
didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat
perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa
dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern
dalam suatu perusahaan.
- Faktor keadilan
Perusahaan
harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis.
Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang
sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan
secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional
obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
- Faktor pengetahuan
Semakin banyak hal yang diketahui dan semakin baik seseorang
memahami suatu
situasi, semakin baik pula kesempatannya dalam membuat keputusan-keputusan yang
etis. Ketidaktahuan bukanlah alasan yang dapat
diterima dalam pandangan hukum, termasuk masalah etika.
2.
Contoh kode etik dalam bisnis
Berikut contoh
etika yang biasanya diterapkan pada pebisnis :
·
Jam
masuk kerja jam 08.00 dan dispensasi keterlambatan hanya 5 menit.
·
Tidak
boleh bermain game di kantor.
·
Harus
lapor kepada atasan masing-masing departement jika ingin ijin keluar kantor.
·
Barang-barang
pesanan dikeluarkan oleh bagian gudang.
·
Penggunaan
internet hanya untuk urusan pekerjaan.
·
Setiap
karyawan tidak boleh sembarangan membuka file karyawan lain.
·
Jujur dan tidak berbohong
·
Bersikap Dewasa dan tidak
kekanak-kanakan
·
Menggunakan panggilan atau sebutan nama
orang dengan baik
·
Menggunakan pesan bahasa efektif dan
efisien
·
Tidak mudah emosi atau emosional
·
Berinisiatif sebagai pebisnis pembuka
dialog
·
Menggunakan pakaian yang pantas dan
menyesuaikan keadaan
3.
Keterkaitan
antara kode etik bisnis dengan kode etik auditor
Kode etik bisnis dengan kode etik
akuntan sangat erat kaitannya karena kode etik akuntan juga harus diterapkan
pada bisnisnya. Sebenarnya kode etik akuntan maupun kode etik bisnis sama – sama
memiliki peranan penting dalam perusahaan karena kode etik merupakan suatu norma atau pedoman yang mengatur perilaku setiap individu
untuk mncapai kesuksesan perusahaan.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar