Selasa, 22 Desember 2015

REVIEW JURNAL

Review Jurnal 1

Topik
Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang
Penulis
Hermiyatti
Reviewer
Mirda Pohan (25213503)
Kelas
3EB11

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengendalian internal dalam pencegahan kemungkinan penyimpangan dalam proses pelelangan.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory untuk mendapatkan kejelasan fenomena yang terjadi secara empiris (real word) dan berusaha untuk mendapatkan jawaban (verificative) hubungan kausalitas antar variabel melalui pengujian hipotesis. Periode waktu yang digunakan adalah cross section (Sekaran, 2003). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) lingkungan pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi serta Pemantauan sebagai variabel X1, variabel X2, variabel X3, variable X4 dan variabel X5; (b) Pencegahan Fraud Pengadaan Barang variabel Y. Variabel-variabel yang akan diukur dalam penelitian ini terkait dengan sikap, pendapat dan persepsi maka tipe skala yang digunakan adalah skala Likert. Pada penelitian ini hipotesis pengaruh penerapan lingkungan pengendali-an, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang diuji dengan mengguna-kan metode Analisis Jalur (Path Analysis). Variabel lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan sebagai variabel bebas dan variable pencegahan fraud pengadaan barang sebagai variabel terikat. Hasil analisis jalur merupakan model struktural yang tidak menggam-barkan nilai prediksi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen.
Hasil Penelitian
1.  Pengaruh Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi serta Peman- tauan terhadap Pencegahan Fraud Peng- adaan Barang secara Simultan
Hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komu- nikasi serta pemantauan secara bersama-sama berpengaruh terhadap pencegahan fraud pengadaan barang telah terbukti melalui peng- ujian hipotesis yang telah dilakukan, yaitu dengan perhitungan koefisien determinasi (R Square)
Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Tuanakotta (2006), bahwa upaya mencegah fraud dimulai dari pengendalian intern.Demikian pula dengan Hurley (2007), untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan pada per- usahaan dan meminimalkan auditor eksternal untuk melegalkan bukti-bukti yang palsu pada laporan keuangan, pengimplementasian dari pengen-dalian intern setidaknya dapat mengu- rangi kolusi manajemen mengenai fraud.
2.  Pengaruh Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi serta Pemantauan terhadap Pencegahan.
Hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan secara parsial berpengaruh terhadap pencegahan fraud pengadaan barang telah terbukti melalui pengujian hipotesis yang telah dilakukan,yaitu dilihat dari hasil koefisien jalur.
Hal ini sesuai dengan penelitian Ramos (2004) yang menjelaskan salah satu variabel, yaitu lingkungan pengendalian adalah dasar/pondasi dari kelima elemen pada pengendalian internal. Begitu pula menurut Holtfreter (2004) yang menjelaskan bahwa untuk mengefektifkan perlawanan terhadap fraud, harus adanya implementasi strategi pengawasan yaitu pengendalian internal dan secara konsisten mengikuti praktek/kebiasaan dalam menyelenggarakan kebijakan organisasi dengan baik.
Kesimpulan
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan lingkungan pengendalian penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial maupun simultan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.


Komentar        : Dalam jurnal ini, tujuan dari penelitian sudah dipaparkan dengan baik dan jelas  dalam pembahasannya. 





Review Jurnal 2

Topik
Laba Manajemen,Nilai Relevansi Laba, dan Nilai Buku Ekuitas
Penulis
Imam Subekti
Reviewer
Mirda Pohan (25213503)
Kelas
3EB11

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari manajemen laba yang dilakukan secara terintegrasi dengan analisis faktor pada relevansi laba dan nilai buku ekuitas.
Metode Penelitian
Menggunakan prosedur sampling dan data. Populasi penelitian ini adalah masyarakat perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2006.
Sampel penelitian dipilih dengan cara metode purposive sampling. Model penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Ohlson (1995) dan Feltham yaitu model harga untuk menguji nilai relevansi laba dan nilai buku, penggunaan preferensi model harga berdasarkan Kothari dan argument Zimmerman bahwa kemiringan atau laba koefisien respon secara substansial kurang bisa digunakan dalam model harga dari dalam model kembali. Model telah luas digunakan dalam literatur.
Hasil Penelitian
Statistik deskriptif data penelitian disajikan dalam 5 tabel, dari kelima tabel  tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antara informasi akuntansi ( EPS, BVeq), interaksi antara akuntansi informasi dan IEM, dan nilai pasar perusahaan berbeda antara sebelum krisis ekonomi dan selama krisis ekonomi, dan pasca ekonomi periode krisis. Sebelum krisis ekonomi, koefisien hubungan meningkat (positif), disisi lain periode dan pasca krisis ekonomi hubungan koefisien menurun (negatif). Berarti relevansi nilai informasi akuntansi meningkat ketika kondisi ekonomi  baik (sebelum krisis ekonomi). Sebaliknya, relevansi nilai informasi akuntansi  menurun ketika kondisi ekonomi tidak baik.
Kesimpulan
Penelitian ini mencoba untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan manajemen laba model yang ada model. penyesuaian tersebut pengganti salah satu variabel dari model regresi digunakan untuk menghitung indeks manajemen laba. itu variabel adalah 1/At-1 diganti dengan 1/Log. At-1. Penyesuaian tersebut mampu meningkatkan jelas kekuatan estimasi manajemen laba

Komentar : Berbeda dengan jurnal yang pertama, jurnal yang kedua ini tidak memaparkan dengan jelas tujuan penelitian dalam pembahasannya sehingga pembaca kurang mengerti isi jurnal ini. Dan pembaca butuh waktu lebih lama untuk me- review jurnal ini karena kalimat yang digunakan sulit dimengerti.

KARANGAN ARGUMENTATIF



Dampak Negatif Kabut Asap

Kebakaran hutan akibat kelalaian manusia di beberapa kota besar di Indonesia memiliki efek jangka panjang. Pembakaran hutan yang disengaja itu menyebabkan bencana kabut asap yang belakangan ini melanda beberapa kota besar di Indonesia, bahkan sampai ke negara tetangga.

Kabut asap yang memenuhi udara itu sudah melewati ambang batas normal bahkan sudah membuat udara menjadi sangat beracun. Menurut Tengku Ariful Amri, seorang  pakar lingkungan dari Universitas Riau, kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan lebih berbahaya dibandingkan dengan asap rokok. Hal ini terjadi karena kabut asap mengandung seratus kali zat karsionogenik yang berbahaya. Zat – zat seperti karbon dioksida, dan metana bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mematikan bagi manusia.

Bencana kabut asap ini telah menimbulkan kerugian yang sangat besar di masyarakat. Setidaknya ada tiga dampak negatif yang disebabkan oleh kabut asap hasil dari pembakaran hutan ini, diantaranya adalah merusak lingkungan, mengganggu kesehatan manusia, dan melemahkan ekonomi. 

Menurut seorang ahli dari BMKG, partikel asap dapat terbang tinggi hingga mencapai awan hujan dan mengendap di dalamnya. Akibatnya, partikel tersebut akan mencemari hujan yang dihasilkan oleh awan tersebut. Disamping itu, awan yang telah tercemari tersebut akan menimbulkan hujan asam yang sangat berbahaya bagi kelangsungan makhluk hidup.

Partikel asap tersebut akan melayang – layang di udara sehingga terhirup oleh manusia. Zat – zat karsionogenik tersebut menyebabkan berbagai macam penyakit, diantaranya adalah iritasi pada mata, bronchitis dan ISPA. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang terbawa oleh asap sehingga secara langsung terhirup oleh manusia. Akibatnya, pasien penderita mengalami kesulitan dalam bernafas bahkan bisa membawa mereka kepada kematian. 

Dampak terakhir yang ditimbulkan oleh kabut asap ini adalah melemahnya perekonomian. Hal ini dikarenakan asap hasil dari kebakaran hutan dan lahan tidak mampu terhembus oleh udara yang bertiup normal karena mengandung zat yang cukup berat. Akibatnya, ruang udara menjadi tertutupi sehingga membatasi jarak pandang manusia. Saat ini jarak padang yang bisa dilihat oleh manusia hanya mencapai 5 meter saja. Hal ini mengganggu aktifitas lalu lintas baik darat, laut, maupun udara sehingga segala hal yang menyangkut perekonomian menjadi terhenti. 

Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa pembakaran hutan akibat ulah manusia menyebabkan kabut asap yang sangat merugikan seperti merusak lingkungan, membahayakan kesehatan, dan mematikan laju roda perekonomian. Maka dari itu, harus ada tindakan nyata untuk menghentikan masalah ini agar negeri kita bisa terbebas dari bencana kabut asap ini. 

Senin, 21 Desember 2015

SINTAKSIS


  • Definisi Sintaksis 
Sintaksis merupakan bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk kalimat, klausa, dan frasa. Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang bearti dengan dan kata tattein yang bearti menempatkan jadi secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat.


  • Kalimat
kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.
Berdasarkan jenisnya, kalimat dapat dibagi menjadi beberapa jenis :
1.        Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu subjek dan satu predikat serta mengandung satu maksud.
Berdasarkan predikatnya, kalimat tunggal terbagi atas kalimat nominal, verbal, dan adjectival
2.        Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yag terdiri atas dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk tersusun dari beberapa kalimat tunggal. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas:
a.          Kalimat majemuk setara/koordinatif
b.         Kalimat Majemuk Bertingkat/ Subkoordinatif
c.          Kalimat majemuk campuran
3.        Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ujaran orang lain.
4.        Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali ujaran orang lain.
5.        Kalimat aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya menjadi pelaku. Ciri utama kalimat aktif adalah predikatnya berupa kata dasar atau berimbuhan me(N)- dan ber-.
6.        Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan
7.        Kalimat Mayor
Kalimat mayor adalah kalimat sekurang-kurangnya mejangandung dua unsur pusat, dapat berupa S-P, S-P-O atau S-P-O-K.
8.        Kalimat Minor
Kalimat Minor adalah kalimat yang mengandung satu unsure pusat. Unsur  pusat tersebut biasanya berupa predikat.

  •    Frasa 
Frasa merupakan gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai batas subjek dan predikat, yang biasanya rangkaian kata tersebut mempunyai satu makna yang tidak bisa dipisahkan. Frasa dapat dibagi atas empat jenis, sebagai berikut.
a.  Frasa Eksosentris, adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya.
b.  Frasa Endosentris, adalah frasa yang unsur-unsur pembentuknya dapat menggantikan kedudukan frasa itu secara keseluruhan.
c.      Frasa Ambigu, adalah frasa yang menimbulkan makna ganda atau tidak jelas.
d.   Frasa Idiomatik, adalah frasa yang mempunyai makna sampingan atau bukan makna sebenarnya.

  • Klausa
Klausa merupakan unsur kalimat yang mewajibkan adanya dua fungsi sintaksis, yakni subjek dan predikat sedang yang lainnya tidak wajib.
Ada lima dasar yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan klausa. Kelima dasar itu adalah:
·         Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya.
·         Klasifikasi klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang menegatifkan P.
·         Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P.
·         Klasifikasi klausa berdasarkan criteria tatarannya dalam kalimat.
·         Klasifikasi klausa berdasarkan potensinya untuk menjadi kalimat.




Sumber :